Sabtu, 07 November 2009

Belajar saat Jam Kosong

Time is money. Banyak yang bilang bahwa waktu adalah uang. Waktu itu lebih berharga dari harta. Kehilangan waktu sama saja dengan kehilangan bagian tubuh kita yang vital. Tak heran jika kita dari yang anak-anak sampai orang dewasa menerapkan kehidupan disiplin waktu. Namun tak sedikit juga orang yang membuang waktu dengan percuma. Menyia-nyiakannya dengan hal-hal yang tak bermanfaat.
Tidak berbeda dengan apa yang dilakukan siswa-siswi sekolah saat kegiatan belajar mengajar kosong karena guru berhalangan hadir dan tentunya tidak bisa mengajar. Banyak dari mereka yang membuang waktu tanpa ada manfaat yang didapat. Tak terkecuali siswa-siswi SMA Negeri 1 Ponorogo yang sebelumnya masih menyandang gelar Sekolah Standar Nasional. Kegiatan belajar mengajar di sekolah sejauh ini kurang intensif dan kurang optimal. Hal ini dikarenakan guru tidak bisa mengajar dengan berbagai alasan. Diantaranya adalah guru ada yang menghadiri acara keluarga, mengurus dokumen untuk sertifikasi guru, sakit, mengurus kegiatan-kegiatan sekolah, dan lain sebagainya. Banyak siswa mengisi jam pelajaran kosong dengan pergi ke kantin, berkeliaran di luar kelas, dan membuat kegaduhan yang tentunya bisa mengganggu kegiatan belajar mengajar kelas lainnya.
Pada saat ada jam kosong guru Bimbingan Konseling maupun guru piket keliling memeriksa keadaan di setiap kelas. Para siswa yang duduk-duduk di depan kelas, dan berkeliaran kesana-kemari diketahui dan dipergoki guru Bimbingan Konseling. Tentunya para guru tersebut menegor dan menyuruh mereka masuk ke kelas dan belajar. Namun kenyataannya tidak. Setelah guru pergi, siswa-siswi tersebut keluar kelas dan membuat kegaduhan kembali.
SMA Negeri 1 Ponorogo sebagai rintisan sekolah bertaraf internasional berusaha melakukan penyelesaian masalah kekosongan jam pelajaran. Setiap ada jam pelajaran yang kosong, maka guru yang sedang tugas piket pada hari itu wajib mengisi kekosongan jam pelajaran. Diisi dengan pelajaran apapun yang penting kelas diusahakan ada yang mengajar. Dengan demikian tidak ada lagi siswa yang berkeliaran di luar kelas tanpa ada tujuan dan kegiatan yang berhubungan dengan sekolah.
Pengisian jam pelajaran yang kosong sangatlah baik dan berguna bagi para siswa. Hal ini dapat memberikan pengetahuan tambahan kepada siswa, apapun pelajarannya. Misalnya saja bahasa Inggris. Sebagai sekolah yang menjadi rintisan bertaraf internasional, para anggota keluarga SMA Negeri 1 Ponorogo diwajibkan fasih dalam berbahasa Inggris. Walaupun begitu tak sedikit yang kurang ahli dalam berbahasa Inggris. Selain itu, pengisian jam pelajaran kosong juga bisa membuat siswa menjadi disiplin. Siswa tidak lagi gaduh di dalam maupun di luar kelas.
Dengan demikian, kegiatan pembelajaran intensif dengan mengisi pelajaran saat kelas ada jam kosong sangatlah bermanfaat bagi kita para siswa sekolah menengah atas yang memang menyiapkan mental dan fisik untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu ke Universitas. Hal itu dapat melatih kita hidup disiplin yang pastinya juga berdampak positif pada kita yakni saat kuliah nanti. Kita bisa terbiasa dengan jadwal kuliah yang memang begitu padat. Dampak positif lainnya yang dapat kita terima dan rasakan saat ini adalah kita tidak lagi ketinggalan pelajaran atau bab-bab yang harus dipelajari bisa terpenuhi berkat adanya pengisian jam pelajaran yang kosong. Untuk itu, mari kita tingkatkan hidup disiplin dengan memanfaatkan waktu luang yang ada dengan kegiatan yang bermanfaat. Agar di hari tua nantinya kita tidak menyesal terhadap waktu luang yang pernah kita lewati dengan sia-sia. Sudahkah anda memanfaatkan waktu luang anda untuk hal positif?

2 komentar:

  1. Menarik Juga..he he tapi kalo saya lebih suka saya isi dengan diskusi tentang topik2 yang sedang menjadi pusat pembicaraan publik...BTw nice share...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya....itu juga bisa dilakukan. tergantung pribadi masing-masing sih..hehe....iya, makasih juga ya sudah menyempatkan diri untuk comment blog aku... ^_^

      Hapus